Senin, 05 Mei 2008

Hikmah Kenaikan Harga Komoditas

Penghapusan Pemerintah Provinsi

Menanggapi wacana tentang rencana penghapusan pemerintahan tingkat provinsi di harian ini beberapa hari yang lalu, sebaiknya perlu dipertimbangkan beberapa sebelum mencoba menerapkannya. Hal itu dikarenakan betapa signifikannya dampak yang akan ditimbulkan jika rencana tersebut jadi dilaksanakan. Nasib masyarakat banyak dan kejelasan system pemerintahan tersangkut didalamnya. Keuntungannya memang dapat memangkas birokrasi pemerintahan sekaligus biaya yang ditimbulkannya untuk hal-hal seperti pilkada dan DPRD Provinsi. Namun demikian kita juga perlu memperhatikan potensi efek berantai buruk selanjutnya.

Yang perlu diperhatikan pertama ialah APBD yang mungkin tidak merata di setiap daerah dapat menimbulkan kesenjangan pembangunan antar daerah. Daerah yang memiliki potensi sumber daya melimpah akan semakin maju pembangunan infrastrukturnya, sedangkan bagi yang kekurangan sumber daya akan selalu tertinggal dibanding yang lain. Lain halnya jika masih ada pemerintahan provinsi, APBD masing-masing daerah terkumpul dan disalurkan kembali sama rata atau sesuai keperluannya, sehingga kemajuan pembangunan antar daerah dalam satu provinsi pun akan merata.

Hal kedua yang juga mesti dipertimbangkan adalah apakah kesatuan bangsa kita akan tetap bisa bertahan ? Otonomi memang baik, namun jika berlebihan dapat berakibat buruk. Sifat egoistik masing-masing daerah akan semakin berkembang. Mereka berlomba-lomba menjadi daerah paling termakmur dan kurang memperhatikan daerah lainnya yang tertinggal dan membuthkan bantuan dana yang sebenarnya dalam permerintahan provinsi itu menjadi tanggung jawab bersama. Inikah yang dinamakan satu nusa dan satu bangsa? Lama-kelamaan bangsa kita dapat dengan mudah dicerai-beraikan, karena rasa saling memilki bangsa ini sudah hilang dari hati kita. Ingat bahwa “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

Ada baiknya kita tetap mempertahankan system yang lama, jika itu jauh lebih baik dari pada system baru yang ingin di terapkan. Pikirkan keuntungan dan kelemahannya. Jika keuntungannya hanya sedikit, dan kelemahannya banyak, bijaksana untuk menghindarinya. Kita jangan terburu-buru jika belum sepenuhnya siap. Segala sesuatu yang dilakukan dengan tergesa-gesa, pasti akan berdampak buruk. Jangan malu juga untuk bersikap konvensional, kalau hal itulah yang terbaik. Pikirlah matang-matang, sebelum bertindak. (Jowil)

Tidak ada komentar: